Jumat, 16 Desember 2016

Carita Kongres Nasional Pertama Central Serikat Islam 1916 Di Bandung

Selama sepekan, tanggal 17 sampai 24 Juni 1916, di alun-alun Bandung seperti ada pasar malam. Bukan pasar malam sebenarnya yang sedang berlangsung, melainkan Kongres Sarikat Islam.
Panitia Kongres bertekad membuat waktu itu juga menjadi pekan untuk berpesta. Seluruh alun-alun dipajang, tarup pesta yang besar dibangun, dimana dibuka buffet untuk jualan makanan dan minuman yang dapat mengelus-ngelus lidah. Gubuk-gubuk dibangun berderet dalam garis yang rapih, dimana dipamerkan dan dijual macam-macam barang kerajinan rakyat. Hasil bersih dari usaha itu akan didarmakan kepada Sekolah Agama Islam yang belum berselang lama didirikan.
Para pengunjung yang akan datang, diduga terdiri dari segala lapisan masyarakat, tidak kurang-kurang dari lapisan atas. Karena itu penerimaan tamu jangan kurang menunjukan penghargaan kepada pengunjung-pengunjung itu. Para ibu guru dari Sekolah Keutamaan Putri dikerahkan untuk melayani tamu-tamu yang datang di buffet untuk menikmati makanan dan minuman yang dihidangkan. Dengan pakaian yang rapih dan tindak-tanduk yang sopan serta hormat, para ibu guru itu memperlihatkan kecantikan lahir dan batin, yang wanita-wanita Parahiangan pandai benar melaksanakannya. Pekan itu sekaligus bukti, bahwa wanita Indonesia, tidak ketinggalan dari saudaranya kaum pria dalam perjuangan mencapai kemajuan, yang pada waktu itu sedang meliputi kehidupan bangsa.
Tiap siang hari di alun-alun itu diadakan perlombaan olah raga, sedang tiap malam diadakan pertunjukan bioskop atau wayang. Penerangan alun-alun itu diatur sangat sempurna, sehingga hampir tidak ada bedanya waktu siang dan malam. Malah malam lebih menarik dengan lampion-lampion yang warna-warni, dan pajangan-pajangan yang baru menarik di waktu malam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar